Minggu, 12 September 2010

Besar tetapi Kecil

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

"Besar tetapi Kecil"
Mungkin itulah ungkapan yang kurang lebih cocok bagi kita umat Muslim. Unggul secara kuantitas, tapi tidak dalam kualitas. Kita  mengaku seorang Muslim, tapi hanya sebatas pengakuan yang sangat amat mudah untuk diucapkan. Maka janganlah kita heran, kalau ada sekelompok orang yang berniat akan membakar Alqur-an. Mungkin mereka menganggap Alqur-an itu hanyalah sebuah kitab dan Islam tinggal sejarah. Kenapa bisa muncul statement seperti ini pada kita umat Muslim????

Berfikirlah, wahai saudaraku,,,
"Afalaa ta'qiluun" Allah telah menegur kita berulang kali dalam Alqur-an. Dalam setiap cobaan yang Allah berikan, kita dituntut untuk selalu berfikir. Mengapa Allah memberikan cobaan itu????
Hegamoni dunia ini telah membuat kita lalai. Kita telah meletakkan dunia di hati kita, bukan di tangan kita. Kita telah terpecah-pecah, dikelompokan dalam petak-petak wilayah, yang membuat kita melupakan bahwa kita sesama Muslim itu bersaudara.

Wahai saudaraku,,,
Marilah kita coba ambil suatu pelajaran tersirat yang Allah berikan dalam hidup ini. Terutama buat kita para pemuda, cobalah untuk berbuat adil, adilah untuk dunia dan akhirat. Janganlah kita pisahkan dunia dengan akhirat, karena sesungguhnya keduanya adalah satu kesatuan.

"Ambilah dari sehatmu untuk sakitmu, ambilah dari hidupmu untuk matimu" (HR. Imam Al-Bukhori)

Silakan kejar dunia ini, tapi jangan pernah lupakan akhirat, janganlah kita jadikan Sajadah itu hanyalah sebagai mahar pernikahan dan Alqur-an itu sebagai koleksi di rak buku.
Tegakkanlah sholat, bacalah Alqur-an setelahnya, coba pahami kandungannya.
Mudah-mudahan dengan ini, Allah akan senantiasa mengingat kita yang selalu mengingat-Nya.

Amiinnn ya Rob,,,
Jazakallah,,,,

Allahummanshur ikhwananaa al muhajahidinaa fil filishthin wa fii kulli makaan,,,,

Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

Selamat Berlebaran,,,,, ^_^

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Hhmmm,,,,
dah lama awaq taq ngup-date artikel blog awaq,,,,

oohh eaa,,,
bwat para blogger,
minal aidin wal fa idzin ea,,,
mohon maaf lahir & batin,,,

gak terasa bulan Ramadhan dah lewat, mudah-mudahan taon depan awaq bisa jumpa lagi dengan bulan Ramadhan. Aminn ya ALLAH,,,

bwat para blogger yang mudik atau pun yang jalan2, berkunjung ke rumah sanak-sanak saudara, ati2 di jalan ea, arus lalu lintas terpantau padat merayap,,,
hehehehehe,,,, acem reporter aja awaq nie,,,,,

bwat para blogger yang masih skul atau pun kuliah, ngan terlalu capek2 ea, jaga kesehatan kamu, n kalo bisa ngan terlalu banyak makan daging, konsumsi juga sayur-sayuran n beberapa buah, biar nanti pas dah mas0q dalam kondisi fit dan sehat.

hhhmm,,,,
mungkin cukup nthu aja dari awaq di hari Lebaran yang ke-3 nie,,,

Sabtu, 17 Juli 2010

Umat Muslim Bosnia yang Terlupakan

Di tengah hingar-bingarnya final World Cup 2010, ada satu peristiwa penting terutama buat kita umat Islam. Yuupzzz, 11 Juli, 15 tahun silam. Sekitar 8.000 lelaki dan pemuda etnis Muslim Bosnia di bantai habis-habisan oleh tentara Serbia, di bawah komando Jendral Ratko Mladic dan Radovan Karadzic, yang hingga saat ini kedua la'natullah ini masih belum ditangkap juga. 

Pada 27 Februari 2007, Mahkamah Internasional menetapkan kejadian ini sebagai sebuah genosida. Selain pasukan Serbia Bosnia, pasukan paramiliter Serbia Scorpion (kalajengking) juga turut bersalah atas pembantaian ini. Namun sayang, Mahkamah Internasional (MI) tidak menyebutkan bahwa Serbia bersalah atas hal ini. MI hanya berani mengecam Serbia karena telah gagal mencegah ataupun mengadili pelaku pembantaian ini, sekalipun Serbia memiliki hubungan erat dengan militer Serbia Bosnia.

Setelah 15 tahun lamanya, baru pada 31 Maret 2010, Parlemen Serbia menyampaikan permintaan maafnya atas pembataian ribuan umat Islam Bosnia di Sebrenica. 

Hingga saat ini, 5.000 sisa jenazah ditemukan di 60 kuburan masal di Srebrenica. Yang sudah teridentifikasi lewat metode DNA adalah 2.079 jenazah, 1.327 di antaranya sudah dikebumikan.
Peperangan antara Serbia dan Bosnia di mulai pada tahun 1992. Karena kekejaman dan pembersihan etnis yang dilakukan para tentara Serbia, umat Muslim Bosnia harus mengungsi ke kamp-kamp pengungsian. Srebrenica adalah salah satu kamp terbesar dan dinyatakan oleh PBB sebagai zona aman. Kamp itu sendiri dijaga oleh 400 penjaga perdamaian dari Belanda.



Pada tanggal 6 Juli 1995, pasukan Korps Drina dari tentara Serbia Bosnia mulai menggempur pos-pos tentara Belanda di Srebrenica. Pada tanggal 11 Juli pasukan Serbia memasuki Srebrenica. Anak-anak, wanita dan orang tua berkumpul di Potocari untuk mencari perlindungan dari pasukan Belanda. Pada 12 Juli, pasukan Serbia mulai memisahkan laki-laki berumur 12-77 untuk "diinterogasi". Pada tanggal 13 Juli pembantaian pertama terjadi di gudang dekat desa Kravica. Pasukan Belanda menyerahkan 5000 pengungsi Bosnia kepada pasukan Serbia, untuk ditukarkan dengan 14 tentara Belanda yang ditahan pihak Serbia. Ini sungguh menyakitkan, pasukan PBB dan Belanda hanya bisa diam dan membisu melihat para lelaki dan pemuda Muslim Bosnia dibantai di depan mata mereka. Entah apa yang mereka fikirkan saat itu. Pembantaian terus berlangsung. Pada 16 Juli berita adanya pembantaian mulai tersebar. Tentara Belanda meninggalkan Srebrenica, dan juga meninggalkan persenjataan dan perlengkapan mereka. Selama 5 hari pembantaian ini, lebih dari 8000 Muslim Bosnia telah terbunuh.

ALLAH memang Maha Adil. Mahkamah Internasinaol telah membebaskan Pemimpian Pasukan Muslim, Naser Orbichiht dari tuduhan melakukan kejahatan perang, karena tidak terbukti. Semoga dengan hal ini, Umat Muslim Bosnia dapat bangkit kembali, untuk menjadi insan yang tegar dan kuat. Jadikanlah, peristiwa ini sebagai sejarah dan cambuk buat kita Umat Muslim agar tidak berleha-leha dan senantiasa bertawaqal pada ALLAH Ar-Rob Al-Izzati.

Duhai ALLAH Ya Ghofur,,,
Terimalah para korban genosida Umat Muslim di Bosnia sebagai Asy-Syuhada Ya ALLAH, dan jadikanlah para pemuda-pemuda itu menjadi bala tentaramu Ya ALLAH........
Amiieennn.....

Jumat, 16 Juli 2010

Sekilas tentang Maher Zain


Alhamdulillah, Alhamdulillah
All praises to Allah, All praises to Allah
Alhamdulillah, Alhamdulillah
All praises to Allah, All praises to Allah…

Itulah sepenggal lirik dari lagu Thank You Allah yang dibawakan oleh Maher Zain, munsyid asal Swedia.
Sejak kecil Maher Zain memang sangat mengagumi musik, dan di usianya yang ke 10, Maher kecil sudah mampu menguasai keyboard.
Musik yang di bawakan oleh Maher Zain terinspirasi oleh sang ayah yang juga seorang musisi handal di kota Tripoli, Libanon.

Bakat musik Maher Zain telah terlihat semenjak ia masih muda dengan menjadi produser musik di Swedia. Namun menurut Maher, dunia musik yang ia geluti yang menawarkan banyak kemewahan membuat ia merasa ada yang kurang, dan bahkan ada yang salah. “Saya sangat mencintai dunia musik, namun saya tidak menyukai hal-hal yang ada di sekilingnya, seperti ada yang salah dengan hal ini.”

Pada akhirnya Maher menemukan jawaban dari keraguannya dalam bermusik setelah ia bertemu dan tergabung dalam komunitas Muslim yang ada di Stockholm. Semenjak itu Maher pun mulai aktif dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan di masjid dan Ia merasa di sinilah arti sebuah rumah baginya.
Maher merasa bersyukur akhirnya dapat menemukan cara yang tepat, dan Ia merasa sekarang gilirannya untuk membantu orang lain melalui musik untuk melakukan hal yang sama, “Jika aku punya satu hal yang mana aku ingin sampaikan  kepada orang di luar sana, bahwa sangatlah mudah  untuk melihat jalan yang benar jika kita hanya membuka mata dan melihat dengan benar,  itu yang terjadi padaku. “

Alhamdulillah, Maher Zain, seorang penyanyi Muslim baru berhasil menelurkan album yang berjudul “Thank You Allah” yang menawarkan sentuhan khas ala Maher Zain.